Skip to content
S SiPesan Docs
ID EN

Kapan Pakai Connector, Knowledge Base, atau Flow

AI Agent Anda bisa menjawab jauh lebih baik kalau diberi bahan yang tepat. SIPESAN menyediakan tiga hal untuk itu — Knowledge Base, Connector, dan AI Flow — dan orang sering bingung harus memakai yang mana. Kabar baiknya, ketiganya bukan pilihan "salah satu". Mereka saling melengkapi. Panduan ini membantu Anda tahu kapan memakai masing-masing, dengan contoh yang mudah dibayangkan.

Gambaran singkat

Bayangkan AI Agent seperti staf baru yang cerdas, tapi di hari pertama belum tahu apa-apa soal bisnis Anda. Tiga hal berikut yang membuatnya benar-benar berguna:

  • Knowledge Base — apa yang bisnis Anda ketahui. Dokumen yang Anda tulis: daftar produk, harga, kebijakan, cara pemesanan, dan FAQ. AI mencarinya berdasarkan makna pertanyaan, lalu menjawab dari situ. Isinya relatif tetap dan sama untuk semua pelanggan.
  • Connector — data yang hidup di sistem lain. Menghubungkan AI ke API atau sistem Anda (ERP, inventory, sistem pesanan). Dipakai untuk data yang berubah-ubah dan perlu dicek per kasus: status pesanan, sisa stok, saldo, atau harga terkini.
  • AI Flow — alur yang Anda kendalikan. Rangkaian langkah yang pasti: tanya ini dulu, lalu cek itu, baru balas begini. Dipakai saat Anda tidak ingin menyerahkan urutannya ke AI.

Cara mudah mengingatnya: Knowledge Base dan Connector adalah sumber bahan — dari mana AI tahu jawabannya. AI Flow adalah cara mengatur langkah — bagaimana percakapan berjalan.

Kapan pakai Knowledge Base

Pakai Knowledge Base untuk hal yang bisa Anda tulis dan jarang berubah. Ini pengetahuan, bukan angka yang bergerak setiap saat.

Cocok untuk:

  • Penjelasan produk atau layanan
  • Harga dan paket yang relatif tetap
  • Kebijakan — garansi, pengembalian, pengiriman
  • Cara dan langkah — cara daftar, cara bayar
  • Daftar pertanyaan yang sering ditanya (FAQ)

Contoh: pelanggan bertanya "bedanya paket A dan paket B apa?" AI mencari di Knowledge Base dan menjelaskan dari dokumen Anda, bukan menebak. Semakin lengkap dokumen yang Anda isi, semakin sedikit AI menjawab "maaf, saya kurang tahu".

Selengkapnya di panduan AI Knowledge Base.

Kapan pakai Connector

Pakai Connector saat jawabannya berubah-ubah, atau harus dicek langsung ke sistem lain menggunakan sebuah kode atau nomor.

Cocok untuk:

  • Status pesanan atau kode booking
  • Sisa stok atau kuota
  • Saldo, poin, atau tagihan
  • Harga yang sering berubah atau real-time
  • Data apa pun yang tersimpan di sistem Anda, bukan di "kepala" AI

Contoh: pelanggan menulis "cek status pesanan ORD123" — AI memanggil API pesanan Anda dengan kode itu, lalu menjawab dengan status terkini. Patokannya sederhana: kalau pertanyaan butuh sebuah kode atau ID yang berbeda setiap kali, hampir pasti itu Connector (tipe HTTP API), bukan Knowledge Base.

Selengkapnya di panduan AI Connector.

Kapan pakai AI Flow

Sebagian besar kebutuhan sudah cukup dengan Knowledge Base ditambah Connector — AI menyusun percakapannya sendiri secara alami. Anda baru benar-benar butuh Flow ketika ingin mengunci urutan langkah.

Pakai Flow saat:

  • Ada prosedur wajib yang tidak boleh dilewati — misalnya verifikasi identitas dulu sebelum menampilkan data.
  • Perlu mengumpulkan beberapa data secara berurutan, seperti formulir terpandu.
  • Ada percabangan berdasarkan hasil — kalau status "batal" tawarkan A, kalau "dikirim" tawarkan B.
  • Anda ingin urutan dan tampilan jawaban yang selalu sama dan konsisten.

Flow dipicu oleh kata kunci di pesan pelanggan, lalu menjalankan langkah-langkah yang Anda rancang — termasuk memanggil Connector lewat node fetch_data.

Sering keliru di sini: kalau Anda hanya ingin "AI bisa mengecek sesuatu saat ditanya", itu bukan pekerjaan Flow. Cukup Connector. Membungkusnya dengan Flow justru membuat percakapan terasa kaku.

Selengkapnya di panduan AI Flow.

Contoh: satu percakapan, banyak bahan

Yang paling sering terjadi di lapangan, satu pertanyaan pelanggan memakai lebih dari satu bahan sekaligus.

Pelanggan: "Paket internet 20GB masih ada di outlet Bandung? Harganya berapa?"

  • AI membuka Knowledge Base → tahu detail dan harga paket 20GB dari dokumen Anda.
  • AI memanggil Connector → mengecek stok terkini di outlet Bandung dari sistem inventory.
  • AI menggabungkan keduanya menjadi satu jawaban yang utuh.

Di sinilah kekuatan menggabungkannya: Knowledge Base memberi konteks yang tetap, Connector memberi angka terkini, dan bila perlu Flow memastikan langkahnya rapi.

Ringkasan cepat

  • Bisa ditulis dan jarang berubah → Knowledge Base
  • Berubah-ubah, atau dicek dengan kode ke sistem lain → Connector
  • Butuh urutan langkah yang pasti → AI Flow
  • Ragu antara Connector dan Flow? Kalau AI boleh memutuskan sendiri kapan mengambil data, pakai Connector saja. Kalau langkahnya harus dipandu ketat dari awal sampai akhir, barulah bungkus dengan Flow.

Tiga kekeliruan yang paling sering:

  • Menaruh data yang cepat berubah (stok, status pesanan) di Knowledge Base. Jawabannya akan cepat basi — itu tugas Connector.
  • Membuat Flow untuk hal sederhana yang cuma perlu mengecek satu data. Percakapan jadi kaku tanpa alasan.
  • Lupa mengisi Knowledge Base. AI jadi tak punya konteks dan sering menjawab tidak tahu, padahal jawabannya sebenarnya ada di kepala Anda — tinggal dituliskan.