AI Connector
AI Connector menghubungkan AI Agent ke data dari luar — API sistem Anda, halaman web, atau data yang Anda kirim sendiri. Tanpa connector, AI hanya tahu informasi bisnis statis yang Anda isi. Dengan connector, AI bisa menjawab dengan data real-time seperti status pesanan, stok, atau harga terkini.
Konsep
Setiap connector aktif otomatis menjadi tool yang bisa dipanggil AI. AI memutuskan kapan memanggilnya berdasarkan deskripsi yang Anda tulis, mengirim argumen, lalu memakai hasilnya untuk menyusun jawaban. Karena itu deskripsi connector penting — itulah petunjuk bagi AI tentang kapan tool dipakai.
Ada tiga tipe connector.
HTTP API
Memanggil REST API eksternal (sistem ERP, inventory, CRM Anda) dan mengembalikan hasilnya ke AI.
Use case: AI menjawab status pesanan langsung dari sistem ERP — pelanggan tanya "pesanan saya sampai mana?", AI memanggil API pesanan dan menjawab dengan status terbaru.
Pengaturan:
- Endpoint URL — alamat API. Bisa berisi placeholder
{nama_param}yang diisi dari argumen AI. - HTTP Method — GET, POST, PUT, PATCH, atau DELETE.
- Headers (opsional) — header tambahan dalam pasangan kunci–nilai.
- API Key (opsional) — disimpan terenkripsi; otomatis dikirim sebagai
Authorization: Bearer <key>. - Parameters — definisi argumen yang boleh dikirim AI ke API ini.
- Response Mapping (opsional) — petakan field respons ke nama yang dipakai AI, dengan jalur bertitik. Contoh:
harga → data.items.0.pricemengambil nilai bersarang dari JSON respons.
Web Scraper
Mengambil sebuah halaman web dan mengekstrak nilai tertentu dengan CSS selector, supaya AI bisa menjawab dari katalog publik. Contohnya, tarik harga atau ketersediaan langsung dari halaman produk di website Anda.
Pengaturan:
- Target URL — alamat halaman yang diambil.
- Selektor CSS — pasangan nama hasil dan CSS selector. Contoh:
harga → .product-pricemenyimpan teks elemen.product-priceke variabelharga. Untuk mengambil atribut, bukan teks, tambahkan akhiran, misalnyagambar → img.foto::attr(src).
Demi performa dan kesopanan terhadap situs target, hasil scraper di-cache minimal 30 menit.
Inbound Webhook
Alih-alih AI menarik data, sistem Anda mendorong data ke SIPESAN, dan AI membacanya saat menjawab.
Use case: sistem inventory Anda mengirim pembaruan stok ke SIPESAN setiap kali berubah; AI selalu menjawab dengan angka stok terbaru tanpa memanggil API tiap kali.
Pengaturan:
- Webhook Secret — kunci rahasia untuk verifikasi HMAC pada data yang masuk. Disimpan terenkripsi.
- Data Key (opsional) — jalur bertitik untuk mengambil bagian tertentu dari payload yang dikirim.
Catatan: endpoint penerima push untuk inbound webhook sedang difinalisasi. Tipe connector dan konfigurasinya sudah tersedia, namun pengiriman data masuk akan diaktifkan pada rilis berikutnya.
Keamanan
Semua connector tunduk pada perlindungan berikut:
- Proteksi SSRF — URL yang menunjuk ke IP privat atau loopback (
127.*,10.*,192.168.*,172.16–31.*,169.254.*) diblokir, agar connector tidak bisa dipakai menjangkau jaringan internal. - Enkripsi API key — kunci API dan webhook secret disimpan terenkripsi, tidak pernah dikirim ke AI maupun muncul di log.
- Rate limit — jumlah panggilan per menit dibatasi (default 60) untuk mencegah penyalahgunaan.
- Batas ukuran & timeout — respons yang terlalu besar dipotong, dan tiap panggilan punya batas waktu (default 10 detik, maksimal 30).
Cara Membuat
- Buka menu AI Connectors di panel bisnis, klik Buat Connector.
- Isi nama dan deskripsi — deskripsi memberi tahu AI kapan memakai connector ini.
- Pilih tipe (HTTP API, Web Scraper, atau Inbound Webhook); kolom konfigurasi menyesuaikan tipe.
- Atur performa: timeout, cache TTL (0 = tanpa cache), dan rate limit per menit.
- Aktifkan connector — hanya connector aktif yang terdaftar sebagai tool AI.
Memakai Connector di AI Flow
Selain dipanggil otomatis oleh AI Agent, connector bisa dipanggil eksplisit dari sebuah flow lewat node fetch_data dengan menyebut connector_slug-nya. Lihat panduan AI Flow.